Raja Juli Antoni juga menekankan pentingnya memaksimalkan program prioritas nasional selama masa transisi pemerintahan yang berlangsung dalam dua pekan ke depan.
“Saya berharap kita dapat menjaga kinerja kita selama transisi ini, sehingga siapapun yang nantinya memimpin kementerian ini dapat menerima warisan kerja yang maksimal dari kepemimpinan Menteri Agus Harimurti Yudhoyono,” tambah Raja Juli Antoni.
Salah satu fokus utama rapat tersebut adalah capaian Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hingga saat ini, pendaftaran tanah nasional telah mencapai 118 juta bidang tanah.
Dalam minggu terakhir, data Peta Bidang Tanah (PBT) menunjukkan luas mencapai 101.720 hektare, sementara jumlah bidang tanah terdaftar sebanyak 5.306 bidang. Realisasi Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) mencapai 82.592 bidang.
Program sertifikasi tanah elektronik juga mengalami perkembangan signifikan, dengan 465 kantor elektronik, atau sekitar 95,6% dari total 486 Kantor Pertanahan yang sudah beralih ke sistem digital.
Selain itu, 32 provinsi telah menggunakan layanan elektronik, dan sebanyak 1.231.124 sertifikat tanah elektronik telah diterbitkan.

Baca Juga: Gelar Sertifikasi Hakim Bersama MA, AHY Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Hadirkan Keadilan bagi Masyarakat

Rapat yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, serta jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan melalui daring.
Selain PTSL dan sertifikasi tanah elektronik, agenda rapat juga membahas program strategis nasional lainnya, termasuk Persetujuan Substansi RDTR Kabupaten/Kota, Peta Panjang Batas Kawasan Hutan, Data Tanah Ulayat, Redistribusi Tanah, hingga Penanganan Sengketa.(**)

Bagikan Berita ini: