Sementara itu, Baznas Rejang Lebong memberikan bantuan sebesar Rp6 juta kepada keluarga korban dan Rp500 ribu kepada tetangga yang rumahnya turut terdampak kebakaran.
Bobby menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.
“Bantuan ini merupakan kepedulian kita untuk membantu sedikit meringankan beban Bapak yang mengalami musibah ini. Semoga Bapak tetap kuat menerima cobaan ini,” tutur Bobby.
Berdasarkan keterangan keluarga, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Selain rumah, sejumlah barang milik keluarga juga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Total kerugian masih dalam proses pendataan.
Di sisi lain, Hendri mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik maupun sumber api.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) apabila terjadi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan risiko meluasnya api dapat diminimalkan.
“Jangan menunggu api membesar. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi petugas Damkar agar bisa segera ditangani. Kewaspadaan dan kecepatan dalam melaporkan kejadian sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih besar,” imbaunya.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta seluruh warga yang terdampak musibah kebakaran. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan warga terdampak diberi kekuatan untuk bangkit kembali.
