Tingkat kesembuhan ternak juga tergolong baik. Untuk menekan penularan, pemerintah langsung menjalankan langkah mitigasi.
Petugas Pusat Kesehatan Hewan kini melakukan pengambilan sampel swab dan pemeriksaan darah. Melalui langkah ini, pemerintah ingin memastikan jenis virus yang beredar, apakah masih varian lama atau hasil mutasi baru.
Selain pemeriksaan, pemerintah kembali menggencarkan vaksinasi sebagai dosis penguat. Di Bantul, pemerintah menargetkan penyuntikan 6.000 dosis vaksin PMK hingga Maret 2026.
Imbauan Pembatasan Mandiri
Pemerintah mengimbau peternak memperketat biosekuriti kandang. Peternak perlu membatasi akses kandang secara mandiri jika ditemukan kasus PMK.
Selain itu, peternak wajib memisahkan ternak baru selama minimal 14 hari sebelum mencampurnya dengan ternak lain.
Otoritas veteriner menegaskan bahwa vaksin tidak sepenuhnya meniadakan risiko penularan. Namun, ternak yang sudah divaksin biasanya hanya mengalami gejala ringan, seperti sariawan di mulut atau luka ringan pada kuku.
Ternak yang telah menerima vaksin juga menunjukkan proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan ternak yang belum divaksin.
Karena itu, pemerintah kembali memperketat desinfeksi kendaraan pengangkut dan area pasar hewan di seluruh wilayah DIY.
