Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu. “Doa bersama ini tidak hanya bentuk dukungan moral, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa,” katanya.
Kegiatan doa bersama di Ponpes Sentot Alibasyah itu ditutup dengan suasana penuh keakraban antara para ustadz dan santriwati. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga mencerminkan kepedulian kalangan pesantren terhadap arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo–Gibran.
Melalui doa dan kebersamaan, para santri berharap agar pemerintah senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
