EKABAR.ID Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran penting dalam stabilisasi di Gaza.

Ia menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri forum internasional Board of Peace di Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia berencana mengirim 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia untuk menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian.

Keputusan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor aktif dalam menjaga stabilitas global.

Selain itu, komunitas internasional menunjuk Indonesia sebagai Wakil Komandan dalam satuan tugas International Stabilization Force (ISF).

Penunjukan ini menunjukkan kepercayaan besar terhadap profesionalisme TNI dalam menjalankan misi perdamaian dunia.

Target keberangkatan dan tugas utama pasukan

Pemerintah menargetkan tim pendahulu berangkat dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan. Pasukan Indonesia akan bergabung dengan sekitar 20.000 personel internasional di bawah mandat Dewan Keamanan PBB.

Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa pasukan telah menjalani pelatihan khusus. Mereka fokus pada sejumlah tugas utama yang berkaitan dengan stabilitas dan kemanusiaan.

Bagikan Berita ini: