Selain itu, masyarakat harus mendaftar lebih dahulu melalui aplikasi PINTAR di situs pintar.bi.go.id. Sistem antrean daring ini membantu petugas mengatur jadwal penukaran agar layanan tetap tertib.

Sejak awal Ramadan, Bank Indonesia juga menggelar kegiatan kas keliling di berbagai daerah. Tim layanan telah mengunjungi tujuh titik strategis, termasuk Kabupaten Seluma, Kepahiang, dan Lebong.

Dalam waktu dekat, layanan tambahan akan hadir di sejumlah lokasi ramai seperti Masjid Agung Kabupaten Kaur, Bandara Fatmawati Soekarno, dan Rest Area Taba Penanjung.

Pasar murah dan pengendalian inflasi

Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bengkulu menggelar pasar murah di lokasi kegiatan. Program ini melibatkan Bulog dan sejumlah distributor bahan pokok.

Masyarakat dapat membeli berbagai komoditas penting seperti beras, minyak goreng, dan daging beku dengan harga lebih terjangkau.

Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny P.L. Tobing menilai kolaborasi ini mampu menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami mengajak masyarakat berbelanja secara bijak agar stok pangan tetap tersedia bagi semua warga dan inflasi daerah tetap terkendali,” kata Ronny.

Selain layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat menjaga kualitas rupiah. Wahyu mengingatkan warga untuk merawat uang dengan prinsip lima jangan, yaitu tidak melipat, tidak meremas, tidak mencoret, tidak menstaples, dan tidak membasahi uang.

Menurutnya, rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi. Rupiah juga menjadi simbol kedaulatan negara yang harus dijaga bersama.

Bagikan Berita ini: