Kondisi kian tidak terkendali sekitar pukul 10.20 WIB, di mana kepulan asap hitam pekat yang semakin menyesakkan dada memaksa sejumlah penumpang nekat melompat ke tengah laut menggunakan jaket pelampung demi menyelamatkan diri.

Beruntung, armada perahu karet berkecepatan tinggi (Rigid Inflatable Boat/RIB) milik Basarnas beserta beberapa kapal penolong seperti TB Hasnur 26 dan KM Meratus Pematang Siantar telah bersiap di bawah lambung kapal untuk langsung menjemput dan menarik para korban yang mengapung di air.

Pihak berwenang sendiri hingga kini belum bisa memastikan penyebab utama kematian lima korban, apakah karena sesak napas akibat menghirup asap pekat, cedera benturan fisik saat situasi panik, atau akibat tenggelam setelah melompat ke laut.

Mengenai status 41 orang yang dinyatakan hilang, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan selisih data administrasi lapangan yang masih terus diverifikasi.

Ada kemungkinan bahwa sebagian dari mereka sebenarnya sudah dievakuasi secara fisik oleh kapal komersial lain yang ikut merapat di sekitar perairan, namun datanya belum sempat tersinkronisasi secara utuh dengan posko utama Basarnas di darat.

Hingga malam ini, seluruh korban selamat yang mengalami trauma dan luka ringan secara bertahap dipindahkan ke posko darurat pelabuhan untuk mendapatkan perawatan medis, sementara operasi penyisiran laut menggunakan armada rescue kapal perairan masih terus diperluas demi memastikan keberadaan sisa penumpang yang belum ditemukan.

Bagikan Berita ini: