EKABAR.ID Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
Tekanan global dan penguatan dolar AS membuat rupiah bergerak di zona merah dan mendekati level psikologis baru.
Berdasarkan data pasar spot pada Senin (12/1/2026) pagi, rupiah dibuka melemah 18 poin ke posisi Rp 16.848 per dolar AS.
Sebelumnya, rupiah menutup perdagangan akhir pekan di level Rp 16.819 per dolar AS. Sepanjang pagi, pergerakan rupiah terlihat fluktuatif di kisaran Rp 16.754 hingga Rp 16.848 per dolar AS.
Tekanan Global Dorong Aset Aman
Analis pasar uang menilai penguatan indeks dolar AS menjadi pemicu utama pelemahan rupiah. Dolar yang menguat langsung menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain itu, pelaku pasar memilih bersikap wait and see. Ketidakpastian ekonomi global dan risiko geopolitik yang belum mereda mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman atau safe haven, seperti dolar AS.
Sentimen eksternal juga datang dari arah kebijakan moneter negara maju dan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi. Kondisi tersebut mendorong arus modal keluar dari pasar domestik.
