EKABAR.ID Stabilitas keamanan di wilayah Daerah Otonom Baru Papua Tengah kembali menghadapi ujian. Situasi di Kabupaten Nabire memanas setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melancarkan serangan mematikan pada Senin (23/2/2026).

Serangan itu menewaskan seorang prajurit TNI dan seorang warga sipil. Insiden ini menambah daftar korban kekerasan di Tanah Papua.

Serangan terjadi saat pemerintah daerah dan pusat mempercepat pembangunan infrastruktur di Nabire sebagai ibu kota provinsi.

Berdasarkan informasi di lapangan, kelompok bersenjata menyerang pos keamanan dan permukiman warga secara tiba-tiba. Kontak senjata singkat pun terjadi. Setelah itu, para pelaku melarikan diri ke arah hutan pedalaman.

https://www.instagram.com/reel/DVDlQr4EhNg/

Prajurit Gugur Saat Jalankan Tugas

Panglima Kodam setempat mengonfirmasi bahwa prajurit tersebut menjalankan tugas pengamanan wilayah. Ia bertugas menjaga stabilitas agar masyarakat tetap beraktivitas dengan aman.

Tim evakuasi kemudian membawa jenazah korban ke RSUD Nabire untuk penanganan lanjutan. Setelah itu, petugas merencanakan pemulangan jenazah ke kampung halaman korban.

Di sisi lain, kematian warga sipil memicu duka mendalam di tengah masyarakat. Seorang tokoh masyarakat Nabire mengecam keras kekerasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pelaku tidak boleh menyasar warga sipil dengan alasan apa pun. Ia juga meminta semua pihak menjaga keselamatan masyarakat.

Bagikan Berita ini: