Seorang sumber di lingkungan kementerian terkait menyebut pemerintah terus berkomunikasi dengan perusahaan aplikasi. Pemerintah ingin perusahaan memberi bentuk apresiasi bagi mitra pengemudi selama periode Lebaran.

Aspirasi pengemudi dan tantangan perusahaan

Di sisi lain, para pengemudi menyampaikan berbagai pendapat melalui media sosial. Sebagian menyambut rencana bonus tersebut karena biaya operasional kendaraan terus meningkat.

Namun, sebagian pengemudi lain masih bersikap skeptis. Mereka menilai skema bonus sering kali memiliki syarat yang cukup sulit dicapai.

Para mitra juga meminta perusahaan menjelaskan perhitungan bonus secara terbuka. Mereka berharap indikator pencapaian tidak terlalu tinggi sehingga tetap realistis bagi pengemudi.

Sementara itu, beberapa perusahaan aplikasi besar masih menyiapkan mekanisme pemberian bonus Lebaran. Perusahaan perlu mempertimbangkan beban finansial sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem kemitraan.

Perdebatan ini kembali menguatkan dorongan untuk menghadirkan regulasi khusus bagi pekerja platform digital.

Tanpa aturan yang jelas, kesejahteraan pengemudi ojol saat hari raya akan terus bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan setiap tahun.

Bagikan Berita ini: