Di sisi lain, tren dedolarisasi oleh sejumlah bank sentral dunia ikut memperkuat posisi emas. Khususnya, langkah China menambah cadangan emas memberi sentimen positif ke pasar global.

Sementara itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut menjaga harga emas di dalam negeri tetap tinggi.

Rincian harga emas Antam hari ini

Berdasarkan data dari Butik Emas LM Pulo Gadung Jakarta, berikut rincian harga emas sesuai ukuran.

Ukuran 0,5 gram seharga Rp1.527.000 dan harga setelah PPh 22 menjadi Rp1.533.871.
Ukuran 1 gram seharga Rp2.954.000 dan harga setelah pajak menjadi Rp2.967.293.
Ukuran 5 gram seharga Rp14.545.000 dan setelah pajak menjadi Rp14.610.453.
Ukuran 10 gram seharga Rp29.035.000 dan setelah pajak menjadi Rp29.165.658.
Ukuran 100 gram seharga Rp289.612.000 dan setelah pajak menjadi Rp290.913.254.
Ukuran 1.000 gram seharga Rp2.894.600.000 dan setelah pajak menjadi Rp2.907.573.000.

Sesuai PMK Nomor 34 Tahun 2017, pemerintah mengenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP. Namun bagi pembeli tanpa NPWP, tarif pajak mencapai 0,9 persen.

Tren sepanjang 2026

Memasuki bulan kedua tahun 2026, emas mencatat performa sangat baik. Sejak awal Januari, harga emas berada di level Rp2,48 juta per gram dan kini telah tumbuh sekitar 18 persen.

Meski sempat terkoreksi dari rekor tertinggi Rp3,16 juta pada akhir bulan lalu, harga emas kembali bergerak stabil. Karena itu, pelaku pasar menilai emas sedang memasuki fase konsolidasi sebelum berpeluang menguat lagi.

Para investor perlu mencermati kebijakan moneter Amerika Serikat dan situasi keamanan global. Kedua faktor tersebut akan sangat memengaruhi arah harga emas dalam jangka pendek.

Bagikan Berita ini: