EKABAR.ID Suasana malam di kota-kota besar Indonesia selama Ramadan 1447 H atau 2026 terlihat lebih hidup. Warga kini memanfaatkan waktu setelah Tarawih untuk berkumpul dan bersantai.

Aktivitas ini tidak lagi sekadar melepas lelah. Sebaliknya, tren ini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup urban yang mendorong ekonomi malam.

@erlangga_satrio_wibowo

sehabis sholat tarawih yang mencari tempat ngopi di area Ngaglik dan sekitarnya mongo bisa datang ke angkringan ini ya menunya komplit pedagangnya ramah josjiz pokoknya #ngaglik #sleman #yogyakarta #angkringan #fyppppppppppppppppppppppp

♬ swara asli – tomen2nd⚡️ – tomen!!

Puncak keramaian setelah tarawih

Data mobilitas menunjukkan peningkatan aktivitas warga mulai pukul 20.30 WIB. Waktu tersebut bertepatan dengan selesainya salat Tarawih di berbagai masjid.

Keramaian kemudian mencapai puncak sekitar pukul 23.00 WIB.

Generasi Z dan Milenial mendominasi tren ini, terutama usia 17 hingga 35 tahun. Namun, banyak keluarga juga ikut meramaikan suasana malam. Mereka memilih kafe terbuka atau pusat kuliner yang nyaman.

Beberapa lokasi menjadi titik favorit warga. Coffee shop outdoor menarik banyak pengunjung karena suasananya santai. Selain itu, kawasan street food ramai oleh warga yang mencari camilan malam.

Kawasan sekitar Masjid Istiqlal juga ikut ramai. Deretan food truck dan pedagang kuliner menciptakan perpaduan antara wisata religi dan hiburan malam.

Bagikan Berita ini: