Ciri video manipulasi berbasis AI

Pakar keamanan siber menilai video tersebut memang terlihat meyakinkan. Namun mereka menemukan sejumlah kejanggalan teknis dalam rekaman tersebut.

Beberapa bagian menunjukkan gerakan bibir yang tidak selaras dengan suara. Selain itu, pola kedipan mata terlihat tidak alami.

Sementara itu, Kementerian Keuangan Republik Indonesia menegaskan bahwa Menteri Keuangan tidak pernah menyampaikan informasi bansos melalui video tersebut.

Pihak kementerian mengingatkan masyarakat agar memeriksa setiap informasi bantuan sosial melalui sumber resmi.

Salah satu kanal yang dapat digunakan adalah situs Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui layanan cek bansos.

Ancaman hukum bagi penyebar hoaks

Saat ini Polri menelusuri pihak yang membuat dan menyebarkan video deepfake tersebut. Aparat siber juga memantau berbagai platform digital untuk menghentikan penyebaran konten serupa.

Jika penyidik menemukan pelaku, aparat dapat menjerat mereka dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya Pasal 28 ayat 1 tentang penyebaran informasi bohong yang merugikan masyarakat.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital telah memutus akses terhadap situs Bansos188. Hingga Kamis sore, masyarakat tidak lagi dapat membuka situs tersebut setelah proses pemblokiran dilakukan.

Bagikan Berita ini: