Dokter melakukan pemeriksaan menggunakan CT scan di rumah sakit setempat. Hasilnya menunjukkan adanya pendarahan di bagian otak akibat benturan benda tumpul.
Meski begitu, tim medis tidak mengambil langkah operasi.
Dokter menangani pendarahan dengan terapi obat-obatan. Saat ini kondisi korban terus membaik dan tetap dalam pengawasan, lanjut keterangan keluarga.

Jangan samakan dengan peristiwa lain
Masyarakat perlu lebih teliti menerima informasi dan tidak mencampuradukkan kejadian ini dengan peristiwa berbeda. Sebagian warganet mengaitkan video tersebut dengan kasus lama yang tidak berhubungan.
Redaksi mencatat dua peristiwa kerap muncul kembali dalam percakapan publik. Pertama, tragedi di Padang pada September 2023 saat seorang bocah berinisial G meninggal karena tertimpa tembok tempat wudu yang roboh usai tertabrak sepeda motor.
Kedua, kejadian pembatas shaf bergerak sendiri di Magelang pada 2022 yang tidak menimbulkan korban fisik.
Terkait insiden di Semarang, keluarga korban sudah menjalin komunikasi dengan keluarga anak yang menyenggol pembatas.
Kedua pihak memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Pihak penabrak juga telah menyampaikan permohonan maaf dan tanggung jawab.
