EKABAR.ID Pemerintah Kota Jakarta Timur menutup akses publik ke Taman Hutan Kota Cawang. Keputusan ini muncul setelah warga mengeluhkan penyalahgunaan fungsi taman sebagai lokasi praktik asusila dan pesta minuman keras.

Keluhan warga ramai di media sosial. Mereka mengunggah foto tumpukan botol minuman keras dan alat kontrasepsi yang berserakan di area hutan kota.

Temuan itu memicu keresahan, terutama bagi keluarga yang biasa memanfaatkan ruang terbuka hijau tersebut.

Temuan Lapangan Picu Penutupan Sementara

Awalnya, Hutan Kota Cawang diharapkan menjadi paru-paru kota sekaligus ruang terbuka hijau yang ramah keluarga. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Area yang minim penerangan pada malam hari kerap dimanfaatkan untuk aktivitas negatif.

Perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Timur menyatakan penutupan ini bersifat sementara. Mereka ingin memperbaiki sistem keamanan dan memperketat pengawasan sebelum membuka kembali taman tersebut.

Bagikan Berita ini: