
EKABAR.ID Tekanan inflasi dan kenaikan harga properti di kota besar mendorong generasi muda mengubah prioritas pernikahan.
Kini, banyak pasangan memilih menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) dan mengalihkan dana resepsi untuk membeli rumah. Mereka melihat keputusan ini sebagai strategi finansial jangka panjang.
Pekan ini, media sosial ramai membahas kisah pasangan muda asal Jakarta. Mereka memilih menikah sederhana di KUA dan menggunakan tabungan untuk membayar uang muka rumah.
Konten berjudul “Bulan Madu Motoran ke Puncak” yang mereka unggah memicu diskusi luas tentang makna pernikahan ideal.
@shofinazhr kita tim gamau ribet yg penting satset halal 😆🙌🏻 #nikahmuda #genz
Generasi Muda Utamakan Stabilitas Finansial
Pasangan tersebut memilih prosesi sederhana dengan biaya minimal. Mereka mengalihkan dana yang sebelumnya mereka siapkan untuk gedung dan katering ke pembayaran uang muka rumah.
Nilai dana tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
Sosiolog Universitas Indonesia, Dr. Aris Munandar, menilai tren ini menunjukkan perubahan pola pikir generasi muda. Menurut dia, generasi saat ini lebih fokus pada stabilitas ekonomi setelah menikah.
