EKABAR.ID Memasuki awal 2026, media sosial kembali diramaikan klaim yang menyebut mantan Presiden Joko Widodo memberi restu kepada Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pemilihan Presiden 2029.
Setelah dilakukan penelusuran fakta, klaim tersebut terbukti menyesatkan dan masuk kategori hoaks.
Informasi keliru ini menyebar luas melalui aplikasi pesan instan dan media sosial berbasis video pendek. Pelaku memanfaatkan teknologi manipulasi digital untuk membangun narasi seolah-olah pernyataan tersebut benar adanya.
https://www.youtube.com/watch?v=maDXKpSlg1Y
Modus Manipulasi Teknologi Digital
Berdasarkan laporan pemantauan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Masyarakat Antifitnah Indonesia per Januari 2026, pelaku menggunakan dua pola utama dalam menyebarkan hoaks ini.
Pertama, pelaku memanfaatkan teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan. Mereka mengedit video lama, seperti pidato pelantikan 2019 atau wawancara pembangunan infrastruktur, lalu mengubah audio dan gerak bibir sehingga tampak seperti pernyataan dukungan politik menuju 2029.
