Kedua, pelaku memanipulasi tangkapan layar artikel berita. Dalam salah satu temuan, judul asli sebuah artikel diganti secara digital menjadi narasi yang menyebut adanya “wasiat rakyat” untuk menduetkan Gibran dan Kaesang pada masa mendatang.

Fakta dan Klarifikasi Resmi

Tim cek fakta menelusuri sejumlah poin penting untuk meluruskan disinformasi tersebut.

Tidak Ada Sumber Kredibel

Hingga kini, tidak ditemukan siaran pers resmi, rekaman audio asli, maupun pemberitaan media arus utama yang membenarkan klaim restu politik tersebut.

Konteks Video Disimpangkan

Video yang beredar berasal dari arsip lama dan tidak memiliki keterkaitan dengan wacana Pilpres 2029.

Pernyataan Pihak Terkait

Perwakilan keluarga dan pihak resmi telah menegaskan bahwa narasi tersebut lahir dari manipulasi informasi yang disebarkan akun anonim.

Motif Politik dan Ekonomi

Pakar komunikasi digital menilai hoaks ini muncul karena dua dorongan utama. Di satu sisi, pelaku mencoba membentuk opini publik melalui framing politik.

Di sisi lain, mereka mengejar keuntungan ekonomi lewat peningkatan engagement dan monetisasi konten clickbait.

Karena itu, masyarakat perlu menerapkan prinsip saring sebelum sharing dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal cek fakta resmi, terutama untuk isu politik nasional.

Bagikan Berita ini: