Sebagian pihak menilai siswa akan kesulitan mengonsumsi bahan tersebut secara langsung di sekolah. Selain itu, isu keamanan pangan juga ikut menjadi perhatian.

Penyelenggara Beri Klarifikasi
Menanggapi polemik ini, penyelenggara program di Pamekasan segera menyampaikan penjelasan. Mereka menyebut pembagian kelapa dan telur mentah sebagai distribusi tambahan atau penyesuaian logistik pada hari tersebut.
Perwakilan penyelenggara menegaskan bahwa standar menu MBG tetap berupa makanan siap saji dengan komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, dan sayuran.
Saat ini, mereka meninjau kembali prosedur di lapangan.
Pihak terkait juga berjanji memperketat pengawasan distribusi agar sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Dengan evaluasi ini, penyelenggara ingin memastikan siswa menerima makanan bergizi yang aman dan mudah dikonsumsi di sekolah.
