EKABAR.ID Tradisi membangunkan sahur di Jombang, Jawa Timur, memicu kontroversi setelah rombongan sound horeg beraksi di jalan protokol.

Konvoi tersebut menggunakan pengeras suara berdaya tinggi dan menampilkan penari di atas truk. Aksi ini langsung memicu reaksi publik karena dianggap mengganggu ketertiban dan kesakralan Ramadhan.

Video konvoi itu menyebar luas di media sosial. Rekaman tersebut menunjukkan truk membawa puluhan pengeras suara yang memutar musik disko dengan volume sangat tinggi.

Selain itu, beberapa penari tampil di atas kendaraan dengan pakaian yang memicu kritik masyarakat.

Warga Nilai Tradisi Sahur Mulai Bergeser

Warga setempat menyampaikan keresahan atas perubahan tradisi tersebut. Mereka menilai kegiatan membangunkan sahur seharusnya menjaga nilai kesopanan dan tujuan ibadah.

“Membangunkan sahur itu untuk membantu sesama. Namun, musik keras dan penari membuat suasana berubah seperti hiburan malam,” ujar seorang tokoh masyarakat di Jombang, Selasa (24/2/2026).

Bagikan Berita ini: