

EKABAR.ID SUMATERA SELATAN – Di tengah kepungan kabut asap yang kian mempekat, sebuah karya seni hadir bukan sekadar untuk dinikmati keindahannya, melainkan sebagai tamparan keras dan kritik tajam atas musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Jambi dan Palembang.
Coba bayangkan, sekelompok perempuan mengenakan busana adat merah nan megah. Namun, ada hal memilukan yang menyayat hati: wajah indah dan perhiasan emas mereka disandingkan dengan masker hitam hingga masker gas. Mereka berdiri tegap di atas tanah rawa gambut yang hangus terbakar, dikelilingi kabut asap tebal yang membakar tenggorokan.
