Korea Selatan juga bertukar informasi intelijen dengan Amerika Serikat dan Jepang sebagai bagian dari kerja sama keamanan trilateral.Kementerian Pertahanan Jepang turut mengonfirmasi peluncuran rudal tersebut.Tokyo menyatakan rudal itu tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap wilayah maupun perairan Jepang.Peluncuran ini terjadi hanya sehari setelah Korea Utara mengkritik kebijakan pertahanan Jepang.

Kim Yo Jong, adik pemimpin Kim Jong Un, sebelumnya menyatakan Pyongyang akan mempertimbangkan opsi militer tambahan sebagai respons terhadap perubahan kebijakan keamanan Tokyo.Pernyataan itu merujuk pada keputusan Jepang meningkatkan anggaran pertahanannya menjadi sekitar 62,2 miliar dolar AS.

Pemerintah Jepang menegaskan tambahan anggaran tersebut bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang.Namun Korea Utara menilai langkah itu sebagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.

Peluncuran terbaru ini kembali menambah daftar panjang uji coba rudal Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir.Sejak perundingan denuklirisasi antara Kim Jong Un dan Donald Trump pada 2019 berakhir tanpa kesepakatan, hubungan Pyongyang dengan AS dan sekutunya terus memburuk.Situasi ini menunjukkan ketegangan di Asia Timur masih terus meningkat.Sementara upaya membuka kembali dialog hingga kini belum membuahkan hasil

Bagikan Berita ini: