Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Frisca Elianti, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sekda Rejang Lebong selaku Ketua Dewan Pengawas dalam rapat evaluasi Semester I Tahun Anggaran 2026.Menurutnya, rapat Dewan Pengawas merupakan bagian dari kewajiban rumah sakit dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan dan perkembangan rumah sakit. Pada rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada laporan kinerja keuangan serta laporan kinerja RSUD Rejang Lebong.

Nova menegaskan bahwa RSUD Rejang Lebong tetap berkomitmen untuk menjadi pusat rujukan regional bagi rumah sakit di wilayah sekitar.
Terkait pengelolaan anggaran, ia menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejauh ini berjalan dengan baik. Sementara itu, anggaran yang bersumber dari APBD juga tetap berjalan, meskipun pada tahun 2026 alokasi anggaran untuk rumah sakit tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Meski demikian, Nova memastikan efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada pengurangan pelayanan kepada masyarakat.
“Walaupun ada efisiensi, saya menjamin tidak ada pengurangan pelayanan. Pelayanan tetap maksimal dan kami tetap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Rejang Lebong,” tegasnya.Lebih lanjut, Nova mengungkapkan bahwa RSUD Rejang Lebong masih membutuhkan penambahan dan pemerataan tenaga medis, khususnya tenaga perawat, tenaga laboratorium, dan apoteker. Pihaknya berharap ke depan dapat dilakukan pemerataan tenaga kesehatan, termasuk kemungkinan pengalihan tenaga dari fasilitas kesehatan yang memiliki kelebihan tenaga ke RSUD Rejang Lebong yang masih membutuhkan.

“Untuk saat ini tenaga medis memang masih kurang. Kami berharap ke depan ada pemerataan tenaga medis, terutama perawat, tenaga laboratorium, dan apoteker,” pungkasnya.

Bagikan Berita ini: