EKABAR.ID KEPAHIANG  – Jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki akhirnya memaksa masyarakat mengambil tindakan. Warga Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, bergotong royong menambal ruas jalan Provinsi Bengkulu yang berlubang sepanjang sekitar 7 kilometer, mulai dari Bogor Baru hingga Desa Tangsi Duren, menggunakan dana hasil patungan masyarakat.

Aksi tersebut langsung viral di media sosial. Banyak warga memuji semangat gotong royong masyarakat. Namun di saat yang sama, muncul sorotan terhadap lambatnya penanganan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Daerah Pemilihan Kabupaten Kepahiang, Edwar Samsi, S.IP., M.M. Ia menyampaikan keprihatinannya karena masyarakat harus mengeluarkan biaya sendiri demi memperbaiki jalan yang setiap hari mereka lintasi.

Edwar mengungkapkan bahwa masyarakat berinisiatif menggelar gotong royong setelah melihat kondisi jalan yang dinilai semakin memprihatinkan. Dana perbaikan dikumpulkan secara swadaya dari warga, bahkan para pedagang sayur turut menyisihkan sebagian penghasilannya agar jalan tersebut bisa kembali dilalui dengan lebih aman.

“Ya, kami mendapat kabar bahwa masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan tersebut. Awalnya kegiatan itu direncanakan pada hari Kamis, namun karena ada kunjungan menteri, pelaksanaannya diundur menjadi hari Senin, tanggal 27. Mereka mengumpulkan anggaran secara swadaya dari masyarakat, termasuk sumbangan dari para pedagang sayur dan warga lainnya,” tutur Edwar Samsi. Pada redaksi Senin 27 Juli 2026.

Bagikan Berita ini: