Elva juga mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban selama festival berlangsung, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Festival ini digagas bersama PKKKRL yang diketuai Hidayatullah, akrab disapa Dayek, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Rejang Lebong.
Hadir pula anggota DPRD Rejang Lebong JE Rafif Ghali, S.H., Kepala Dinas Pariwisata Riki Irwan, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Sosial Dr. Hambali, serta Kabid IKP Dinas Kominfo Yeyen Apriliana, S.E.
Sebanyak 16 grup kesenian jaranan dari wilayah Sumatera Bagian Selatan tampil memeriahkan festival. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik melalui ragam gerakan, alur tari, serta karakter pertunjukan khas jaranan dalam kategori Pegon dan Senterewe.
Adapun grup yang tampil meliputi New Seri Rukun (Senterewe), New Wijoyo Putro (Pegon), Sri Mbangun Karso (Senterewe), Sureja (Pegon), SPW (Senterewe), Asih Tri Budoyo (Pegon dan Senterewe), Turonggo Dwi Mulyo (Pegon), Larasbroto Pinayungan (Senterewe), Cahyo Mudo Budoyo (Pegon), New Wijoyo Putro (Senterewe), Sri Rahayu Utomo (Pegon), Karya Bakti (Senterewe), Margo Jati Mulyo (Pegon), Turonggo Joyo Kencono (Senterewe), serta Wargo Laras (Senterewe).
Festival berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Setiap grup mendapat kesempatan menampilkan kesenian terbaiknya di hadapan penonton dan dewan juri.
Setelah seluruh penampilan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rekapitulasi nilai dan sidang pleno juri pada pukul 16.00–17.00 WIB. Pengumuman pemenang sekaligus penutupan festival dijadwalkan berlangsung pukul 17.00–17.30 WIB.
Antusiasme ribuan penonton menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Festival Jaranan Semarak Merah Putih tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman untuk menunjukkan kreativitas, memperkuat identitas budaya, dan menjaga warisan leluhur.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap kesenian jaranan semakin berkembang, diminati generasi muda, serta menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya daerah.
Gebyar Semarak Merah Putih 2026 pun semakin mempertegas bahwa kebudayaan merupakan kekuatan untuk menyatukan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Rejang Lebong kepada khalayak yang lebih luas.
