Kegiatan tersebut meliputi pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Peringatan HUT FPPI tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Sinergi Kuat, Rejang Lebong Maju”.Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk memperkuat kapasitas perempuan sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Tri Wahyu Nengsih menegaskan, DPC FPPI Rejang Lebong terbuka bagi seluruh perempuan yang ingin berkontribusi dalam kegiatan pemberdayaan dan sosial kemasyarakatan.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan bimbingan dan membuka ruang kolaborasi agar program FPPI menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami sadar, FPPI tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan bimbingan bupati dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Misalnya, menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting melalui edukasi kepada para ibu, membuka lapangan kerja baru melalui UMKM perempuan, serta menjadi pelopor keluarga tangguh dan antikekerasan,” ujar Tri Wahyu Nengsih.

Santuni 10 Anak Yatim

Selain memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan, peringatan HUT FPPI juga diisi dengan kegiatan sosial. Pada penghujung acara, Hendri menyerahkan santunan kepada 10 anak yatim dari Pondok Pesantren Ar Rahmah.

Pemberian santunan tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

Momentum peringatan HUT FPPI ini diharapkan tidak hanya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Melalui sinergi antara FPPI, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat, perempuan Rejang Lebong diharapkan semakin berdaya, keluarga semakin tangguh, dan kegiatan sosial terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagikan Berita ini: