Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan pada 21 Agustus 2026 mengatakan pemerintah akan membahas persoalan tersebut dengan Indonesia dan Sekretariat ASEAN. Langkah ini menunjukkan bahwa kabut asap mulai dipandang sebagai persoalan lintas negara yang membutuhkan koordinasi bersama. Sebelumnya, hampir 600 sekolah di Sarawak juga sempat ditutup sementara akibat kondisi udara yang memburuk.
Kini perhatian Malaysia tertuju pada bagaimana masalah tersebut dapat segera ditangani agar dampaknya tidak semakin meluas. Pemerintah Malaysia ingin persoalan kabut asap dibahas melalui mekanisme ASEAN, sekaligus mendorong komunikasi dengan Indonesia. Dengan kualitas udara yang sudah mencapai level sangat tidak sehat di sejumlah wilayah, isu ini berpotensi kembali menjadi perhatian serius negara-negara Asia Tenggara.
