Masyarakat untuk sementara mendapatkan aliran air sekitar 12 jam per hari. Ini pun mendapat kendala, pipa air yang rata-rata sudah berusia (tahun 80an) sering bocor, karena harus menerima tekanan air lebih besar. Sebab, distribusi air jadi satu arah.

Sementara bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan air bersih, Perumda menyiapkan distribusi menggunakan mobil tangki berdasarkan permintaan masyarakat.

Tak berhenti di situ. Perumda juga menyiapkan langkah untuk menambah sumber air baru yang berada di Desa Suban Ayam.Di tengah kondisi seperti ini, masyarakat juga diminta ikut menghemat penggunaan air.

Gunakan air sesuai kebutuhan.

Dan ketika air kembali mengalir, manfaatkan waktu tersebut untuk menampung air sebagai persediaan menghadapi beberapa hari berikutnya.Karena ketika sumber air mulai berkurang, persoalannya bukan sekadar air yang tidak mengalir.Tetapi bagaimana persediaan air bersih tetap cukup untuk kebutuhan masyarakat setiap hari.

Bagikan Berita ini: