Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi, mengatakan keputusan itu diambil agar persediaan vaksin tidak mengendap di gudang sementara kebutuhan masyarakat tetap ada,”Program ini bukan karena ada event tertentu, tetapi karena stok vaksin tersedia. Daripada tidak dimanfaatkan, lebih baik diberikan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan,” ujarnya,Abdul Hadi menjelaskan, hingga pertengahan tahun 2026, kasus rabies di Provinsi Bengkulu masih tergolong rendah. Namun kondisi itu tidak boleh membuat masyarakat lengah karena rabies termasuk penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia,Karena itu, pemilik anjing, kucing maupun kera diminta segera memvaksin hewan peliharaannya. Menurutnya, vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif memutus rantai penularan sebelum muncul kasus.
Kepala UPTD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Nur Idha Antari, menambahkan pelayanan vaksinasi tidak dibatasi hari tertentu. Masyarakat dapat datang kapan saja pada jam pelayanan selama persediaan vaksin masih tersedia,”Kami tidak menetapkan hari tertentu. Selama stok vaksin masih ada, masyarakat bisa datang membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi secara gratis,” jelasnya,Program ini akan berlangsung hingga persediaan 1.000 dosis habis. Artinya, kecepatan masyarakat memanfaatkan layanan tersebut ikut menentukan seberapa luas cakupan perlindungan rabies di Bengkulu tahun ini.
