“Ini benar-benar tidak masuk akal karena, sejauh yang kami ketahui, kebijakan ini telah diadopsi oleh Malaysia selama beberapa dekade, yaitu kami menentang kehadiran warga negara Israel mana pun,” lanjut dia, seperti dikutip dari The Star, Kamis (23/7/2026).
“Bukan orang Yahudi, tetapi warga negara Israel di sini karena mereka adalah bagian dari dan terlibat dalam pembunuhan, kejahatan, dan penindasan terus-menerus, penjajahan Palestina dan Gaza,” imbuh dia.
Pada hari Selasa, beberapa anggota parlemen AS meminta pemerintah Presiden Donald Trump untuk meninjau hubungan keamanan dan ekonominya dengan Malaysia menyusul pernyataan Anwar yang ingin mendeportasi seluruh warga negara Israel dengan kewarganegaraan ganda jika ditemukan berada di Malaysia
