Selain membahas sinergi dan kontribusi PPJ terhadap pendapatan asli daerah (PAD), audiensi juga menyinggung pemerataan akses listrik di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.
Novian menjelaskan, berdasarkan cakupan pelayanan PLN, seluruh desa di Kabupaten Rejang Lebong saat ini telah mendapatkan akses listrik. Namun, masih terdapat sejumlah dusun atau permukiman yang belum sepenuhnya teraliri listrik.
“Kalau untuk desa kita sudah 100 persen. Tapi kalau untuk dusun atau pemukiman belum sampai 100 persen,” ungkapnya.
Menurut Novian, pada tahun 2026 terdapat dua dusun yang ditargetkan mendapatkan sambungan listrik PLN melalui program Desa Listrik. Ia menyebut, salah satu wilayah tersebut adalah Dusun Palembang Kecil.
Kendala utama sebelumnya, kata Novian, berkaitan dengan akses menuju lokasi. Namun, kondisi tersebut kini mulai teratasi setelah adanya dukungan dan kemudahan dari pemerintah daerah.
“Sekarang alhamdulillah sudah dapat izin dan juga diberi kemudahan oleh pemerintah daerah. Jadi bisa tersambung insyaallah tahun ini. Dua dusun itu bisa mendapatkan aliran listrik dari PLN,” katanya.
Dengan adanya dukungan tersebut, PLN ULP Curup optimistis pemerataan akses listrik di Kabupaten Rejang Lebong dapat terus ditingkatkan, termasuk menjangkau masyarakat yang berada di wilayah permukiman dan dusun yang sebelumnya menghadapi kendala akses.
Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri SSTP MSi menyambut baik audiensi jajaran PLN ULP Curup. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang selama ini terjalin antara Pemkab Rejang Lebong dengan PLN.
Hendri berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat semakin optimal serta mendukung pembangunan di Kabupaten Rejang Lebong.
“Pemkab Rejang Lebong juga berkomitmen mendukung berbagai upaya PLN dalam memperluas akses listrik hingga ke wilayah yang belum terjangkau secara optimal,” pungkasnya.
