Titik kelima berada di Desa Embong Uram, Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong. Jembatan di lokasi ini melintasi Sungai Tie Peing dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter.
Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Desa Embong Uram dengan Desa Magelang Baru. Berdasarkan laporan, manfaatnya akan dirasakan sekitar 878 kepala keluarga atau 1.000 jiwa.
“Jika seluruh data lima titik tersebut dijumlahkan, pembangunan ini berpotensi memperlancar akses bagi sedikitnya 2.734 kepala keluarga atau 6.465 jiwa di tiga kabupaten,” sampai Dandim.
Lebih lanjut dia menambahkan, dalam pelaksanaannya, setiap titik melibatkan unsur TNI, tenaga teknis, dan masyarakat. Komposisinya terdiri atas 6 personel TNI, 2 tenaga teknisi, serta 12 masyarakat di masing-masing lokasi.
Artinya, sedikitnya 100 orang terlibat langsung dalam pekerjaan di lima titik tersebut.
Dandim mengatakan, pembangunan jembatan tidak sekadar menyangkut pembangunan fisik. Kehadiran akses penghubung yang layak diharapkan mampu memangkas hambatan mobilitas masyarakat, khususnya petani yang selama ini membutuhkan akses menuju lahan dan jalur distribusi hasil pertanian.
Selain itu, akses jembatan juga memiliki arti penting bagi aktivitas pendidikan dan hubungan antar kawasan.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi salah satu bentuk pembangunan infrastruktur yang menyasar wilayah yang membutuhkan akses penghubung. Dengan dimulainya pengerjaan lima titik baru tersebut, Kodim 0409/Rejang Lebong kembali memperluas jangkauan pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan jembatan secara fisik, tetapi juga membuka akses dan memperlancar aktivitas masyarakat, terutama petani, anak sekolah, serta hubungan antarwilayah,” tutup Dandim.
Pengerjaan lima jembatan tersebut kini memasuki tahap awal, ditandai dengan pembersihan lokasi dan pembangunan jembatan beton. Pemerintah dan masyarakat setempat diharapkan dapat terus mendukung proses pembangunan hingga jembatan benar-benar dapat dimanfaatkan.
Bagi masyarakat di daerah yang selama ini terkendala akses, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur. Jembatan menjadi penghubung yang menentukan seberapa mudah warga menuju sekolah, lahan pertanian, pusat permukiman maupun wilayah lain di sekitarnya.
