Purnomo mengatakan dirinya tidak menggunakan pendapatan dari kanal tersebut untuk memperkaya diri. Karena itu, kedatangan pihak yang mempertanyakan penghasilannya tersebut membuatnya memilih menghentikan monetisasi. Sejumlah pemberitaan kemudian mengaitkan pihak yang mempertanyakan penghasilan tersebut dengan dugaan urusan pajak.

Meski monetisasi dihentikan, Purnomo disebut tetap akan membuat konten yang berisi ajakan berbuat baik. Dengan demikian, yang dihentikan terutama adalah sumber pendapatan dari iklan atau monetisasi, bukan aktivitasnya menyebarkan konten positif di media sosial.

Keputusan Purnomo tersebut kemudian menjadi perhatian warganet. Pasalnya, pendapatan dari kanal yang selama ini dikenal digunakan untuk kegiatan sosial justru berhenti setelah muncul persoalan terkait pihak yang mempertanyakan penghasilan media sosialnya.

Bagikan Berita ini: