EKABAR.ID,BENGKULU — Suasana di depan Kantor Gubernur Bengkulu mendadak memanas pada Kamis, 24 September 2026. Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu menggelar aksi demonstrasi besar-arisan guna menuntut penyelesaian tuntas berbagai konflik agraria yang terjadi di wilayah tersebut.

Aksi unjuk rasa sempat diwarnai ketegangan ketika massa memaksa masuk untuk mendesak masuk ke halaman gedung kantor gubernur. Ketegangan sempat terjadi antara pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang berjaga, sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan kembali.

Kekecewaan Warga atas Kinerja Tim Reforma Agraria

Massa aksi meluapkan kekecewaan mendalam lantaran Gubernur Bengkulu tidak hadir menemui mereka di lokasi. Warga menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah mengingkari komitmen dalam menyelesaikan konflik agraria yang selama ini merugikan masyarakat.

Tim Reforma Agraria Sejati (TRAS) Dibentuk pada tahun 2025, namun dinilai tidak berjalan efektif dan berujung pada aksi saling lempar tanggung jawab antarinstansi pemerintah.
Ketimpangan Penguasaan Lahan: Alih fungsi lahan secara masif kepada pihak korporasi disebut semakin memperparah situasi dan meminggirkan hak-hak rakyat kecil.

Delapan Poin Tuntutan Utama

Bagikan Berita ini: