

EKABAR.ID,BENGKULU – Sebanyak 11 UMKM kopi Bengkulu kategori premium dan fine ikut program pembinaan Bank Indonesia (BI) sepanjang 2026. Ini jadi bukti kopi Bengkulu punya modal kuat untuk jadi komoditas unggulan, mulai dari kualitas produk sampai sumber daya manusia (SDM).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu Wahyu mengungkapkan hal itu. Menurutnya, potensi tersebut harus terus digenjot lewat pembinaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, sampai perluasan akses pasar.”Perhatian kami tidak hanya pada peningkatan produksi, tapi juga pengembangan sumber daya manusianya,” kata Wahyu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wahyu Yuwana Hidayat
Produk-produk UMKM binaan itu juga dibawa ke berbagai daerah untuk ikut kompetisi dan ajang promosi, bahkan beberapa berhasil menyabet prestasi. Tak cuma produk, kualitas barista lokal juga ikut digenjot. Sejumlah barista asal Bengkulu diikutkan dalam kompetisi tingkat regional Sumatera.
“Ini menjadi modal yang luar biasa. Harapannya kopi Bengkulu bisa terjaga kualitasnya, terjaga produksinya, termasuk kontinuitasnya,” ujar Wahyu.

Wahyu menyebut ekosistem pendukung industri kopi di Bengkulu sebenarnya sudah cukup lengkap. Mulai dari petani, UMKM, eksportir, perbankan, pemerintah, sampai akademisi, semuanya sudah ada.”Seluruh sarana infrastruktur sudah kumpul semua di sini. Sehingga menurut saya tinggal kita lari kencang. Itu cuma masalah keinginan dan masalah waktu,” pungkasnya.Dukungan BI ke pelaku usaha kopi juga terlihat dari pembinaan ke sejumlah UMKM, di antaranya Bermani Coffee di Kabupaten Rejang Lebong dan IKM Sumber Hayati di Kabupaten Kepahiang. Lewat pembinaan ini, keduanya kebagian banyak manfaat, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, tambahan wawasan, jejaring pemasaran, sampai bantuan fasilitas produksi.
