Meski demikian, belum ada bukti kuat bahwa pelaku pernah berlatih menembak di lapangan resmi.Aparat masih menelusuri kemungkinan tersebut dengan memeriksa sejumlah lokasi latihan di sekitar wilayah kejadian.Isu perundungan sempat ramai dibahas di media sosial.
Namun polisi menegaskan, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan pelaku menjadi korban bullying di sekolah.“Informasi itu masih belum terkonfirmasi. Kami mengimbau publik tidak berspekulasi,” kata aparat.
Di tengah duka mendalam, Raja Thailand memberikan perhatian khusus dengan menerima para korban luka dalam perawatan kerajaan.Delapan korban meninggal juga mendapat penghormatan khusus dari kerajaan.
Pasca kejadian, sekolah ditutup sementara hingga 14 Agustus untuk pemulihan kondisi psikologis siswa dan tenaga pengajar.Pemerintah juga menyiapkan standar keamanan sekolah nasional yang ditargetkan rampung dalam 90 hari.
