Ningrum kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala sekolah dan operator sekolah. Menurut dia, ompreng miliknya dan milik operator juga mengeluarkan aroma tidak sedap. Pihak sekolah selanjutnya meminta siswa tidak mengonsumsi makanan yang telah dibagikan.
Namun, sejumlah siswa telah terlebih dahulu menyantap makanan tersebut. “Sekitar 15 menit setelah anak-anak makan, mereka mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Kepala pusing,” jelas Ningrum.
Pihak sekolah kemudian membawa siswa yang mengalami keluhan untuk mendapatkan pertolongan medis. “Awalnya kami membawa mereka ke puskesmas, akan tetapi kami diarahkan ke IGD,” ujarnya
