“Kita belum memiliki dosen dokter gigi. Maka kita akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi terdekat yang memiliki dokter gigi untuk tenaga pengajar,” jelas Prof. Indra.

Unib menargetkan dokumen proposal pembukaan Prodi Kedokteran Gigi ini rampung pada Desember 2026. Selanjutnya, proposal akan diajukan melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II di Palembang untuk kemudian diproses dan mendapatkan izin resmi dari Kementerian.

Target Mahasiswa Perdana dan Kuota Angkatan Pertama

Dengan mengantongi restu dan percepatan perizinan, Unib memasang target optimis agar penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama dapat dibuka pada *tahun 2027, dengan jalur seleksi melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Namun, jika proses perizinan membutuhkan waktu lebih panjang, pembukaan mahasiswa baru akan dijadwalkan selambat-lambatnya pada tahun 2028.

Untuk angkatan perdana, Unib telah menyiapkan kuota sebanyak 40 mahasiswa. Angka ini disesuaikan dengan standar awal pembukaan Prodi Ilmu Kedokteran Unib demi menjaga kualitas pengajaran dan fasilitas praktikum.

“Kuota angkatan pertama 40 mahasiswa, sama seperti Prodi Ilmu Kedokteran juga 40. Dua tahun terakhir baru menjadi 80 kuota setelah hampir 15 tahun beroperasi, karena terkait dengan fasilitas,” terang Rektor.

Selain kesiapan SDM dan kurikulum, pihak universitas juga berkomitmen untuk melengkapi infrastruktur penunjang pembelajaran, termasuk penyediaan fasilitas praktikum (pratekum) yang memenuhi standar nasional pendidikan kedokteran gigi.

Kehadiran Prodi Kedokteran Gigi di Unib ini diharapkan tidak hanya mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi putra-putri daerah, tetapi juga mampu mendongkrak kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu secara berkelanjutan.

Bagikan Berita ini: