Sementara itu, Koordinator Aksi Dedi Mulyadi mengatakan pembagian massa dan koordinator lapangan di setiap titik telah disiapkan. FABB juga menyiagakan tim keamanan internal serta tim dokumentasi untuk mengawal jalannya aksi.”Kami ingin aksi ini tertib, damai, dan sampai pesannya. Spanduk besar berisi tuntutan rakyat akan kita bentangkan. Ini bukan anarkis, ini konstitusional,” tegas Dedi.
FABB menyatakan aksi tersebut membawa sejumlah aspirasi masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum.Isu yang diangkat antara lain transparansi anggaran, peningkatan pelayanan publik, serta penegakan hukum yang dinilai harus berjalan adil dan bebas dari praktik korupsi.
“Isinya tuntutan yang nyata dan dirasakan masyarakat. Nanti pada tanggal 24 Agustus akan kita sampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Herman.Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Bengkulu.
“Kami anak daerah. Kami cinta Bengkulu. Demo ini bentuk cinta terhadap daerah. Kalau ada yang salah, kita luruskan bersama-sama. Kami ingin Bengkulu bebas dari korupsi agar menjadi lebih baik untuk anak cucu di masa yang akan datang,” pungkasnya
