Berdasarkan laporan warga, harga satu paket masker yang semula dijual sekitar Rp200 ribu melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp1,3 juta. Pembeli lain juga mengeluhkan harga barang yang membengkak hampir dua kali lipat saat mencoba melakukan pemesanan ulang setelah transaksi sebelumnya dibatalkan.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah lonjakan harga tersebut dipicu oleh keterbatasan stok, kebijakan sepihak dari penjual, atau dinamika pasar akibat lonjakan permintaan. Namun, fenomena price gouging atau penetapan harga yang tidak wajar di tengah situasi darurat ini menyulitkan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar kesehatan

Bagikan Berita ini: