
JAKARTA, EKABAR.ID – Pemerintah mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat dan kementerian/lembaga terkait mengenai ancaman lonjakan harga pangan di dalam negeri. Ancaman ini dipicu oleh fenomena kekeringan El Niño yang diproyeksikan bakal menekan volume produksi pertanian nasional.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa tren tren kenaikan harga bahan pokok mulai terlihat jelas dari pergerakan laju inflasi pada komponen harga bergejolak (volatile food).
Berdasarkan data terkini per September 2026, inflasi volatile food merangkak naik ke level 5,03 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menunjukkan lonjakan tajam sebesar 1,46 persen secara bulanan dibandingkan capaian pada Agustus 2026 yang tercatat sebesar 0,88 persen.
Tekanan kenaikan harga tersebut tercatat mulai menghantam sejumlah komoditas pokok utama, di antaranya beras, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, hingga telur ayam ras.
Kombinasi Gagal Panen dan Biaya Produksi
Laju Kenaikan harga bahan pangan ini tidak hanya dipicu oleh penurunan hasil panen akibat cuaca ekstrem semata, tetapi juga didorong oleh tingginya biaya input produksi di tingkat petani dan peternak.
