Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh rantai pasok dan jalur distribusi pangan nasional secara menyeluruh.
“Volatile food perlu kita waspadai karena kita akan menuju El Niño, kekeringan, sehingga nanti dampaknya di pangan akan kelihatan,” ujar Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Mitigasi Risiko dan Pengawasan Rantai Pasok
Guna mencegah gejolak inflasi yang berlebihan serta menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga teknis terkait untuk bergerak cepat memantau keselarasan antara ketersediaan stok produksi lokal dengan tingkat kebutuhan pasar.
“Kita minta nanti seluruh institusi yang terkait diperhatikan dengan sangat saksama. Bagaimana produksi di dalam negerinya, bagaimana permintaan dalam negerinya, kalau bisa jangan sampai ada kekurangan dan jangan sampai meningkatkan inflasi yang tidak perlu,” tegas Suahasil.
Pemerintah menggarisbawahi bahwa transparansi data pasokan dan mitigasi risiko sejak dini menjadi kunci utama. Pengawasan ketat pada rantai distribusi diharapkan mampu membendung ancaman fenomena kekeringan El Niño agar tidak berkembang menjadi krisis pangan di tanah air.
SUMBER BERITA Suara.com.
