EKABAR.ID THAILAND – Polisi mengungkap pelaku telah mempelajari penggunaan senjata api selama 1–2 tahun sebelum melakukan aksi brutal tersebut.Peristiwa yang terjadi pada 7 Agustus 2026 itu menewaskan sembilan orang, termasuk pelaku.

Korban terbaru adalah siswi berusia 12 tahun yang meninggal akibat luka tembak di kepala, sementara total korban luka mencapai 28 orang.Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa 17 saksi serta sejumlah barang bukti, termasuk senjata, selongsong peluru, ponsel, dan komputer pelaku.

Fokus utama bukan hanya kronologi kejadian, tetapi juga mengungkap motif di balik tragedi tersebut.“Kami tidak menemukan satu penyebab tunggal. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan,” ujar pihak kepolisian dinukil dari spacebar.th

Dari hasil awal, pelaku diduga menghadapi berbagai tekanan, mulai dari masalah keluarga, kesulitan belajar, hingga konflik dengan teman.Selain itu, pelaku juga diketahui sering mengonsumsi konten kekerasan di media sosial.Temuan penting lainnya adalah riwayat ketertarikan pelaku terhadap senjata api.Polisi menyebut pelaku telah mempelajari penggunaan senjata selama 1–2 tahun, bahkan pernah membawa senjata jenis BB gun ke sekolah sebelumnya.

Bagikan Berita ini: