“Jika terus terjadi maka populasi gajah ini terancam dan ini yang harus kita cegah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar mengatakan populasi gajah di Bentang Alam Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, saat ini berada pada kondisi kritis. Habitat yang terfragmentasi, perambahan hutan dan konflik dengan manusia menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan satwa dilindungi tersebut.

“Populasi gajah yang tersisa di kawasan ini kurang dari 50 ekor. Fakta ini menjadi indikator kuat bahwa kawanan gajah Sumatera di sini sedang berada pada titik kritis menuju kepunahan lokal,” katanya.

Berdasarkan analisis Koalisi Bentang Seblat, dari sekitar 80.978 hektare kawasan inti Bentang Seblat, sekitar 30.017 hektare telah dirambah dan berubah menjadi perkebunan sawit.

Bagikan Berita ini: