“Pertemuan kita ini bersifat kolaboratif, interaktif, kreatif, strategic planning dan nonpolitis. Jadi tidak terkesan sebagai instruksi pemerintah kepada para konten kreator untuk kepentingan individu maupun kelompok tertentu,” jelas Bobby.
konsep kolaboratif menempatkan Pemkab dan konten kreator sebagai mitra yang memiliki kedudukan setara dalam mengembangkan promosi daerah.Media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi Rejang Lebong, khususnya pariwisata, pendidikan, UMKM, budaya, kuliner, aktivitas sosial dan ekonomi kreatif.

Sementara konsep interaktif, lanjutnya, berarti komunikasi yang dibangun berlangsung dua arah. Pemerintah tidak hanya menyampaikan kerangka pemikiran, tetapi juga mendengarkan ide, gagasan, saran dan masukan dari para konten kreator.

“Jadi pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan. Kita ingin ada pertukaran gagasan dan kreativitas,” katanya.

Bobby mengatakan, kolaborasi dengan konten kreator juga diarahkan menggunakan strategi yang terstruktur. Tidak hanya membuat konten secara spontan, tetapi ada perencanaan hingga evaluasi.Strategic planning tersebut mencakup identifikasi gagasan, perencanaan bentuk konten, managerial atau pembagian peran, pemanfaatan aplikasi dan platform digital, implementasi kegiatan serta evaluasi.

“Setelah implementasi, kita lakukan evaluasi. Kita lihat kualitas dan kuantitasnya, bagaimana jangkauan konten dan respons masyarakat. Dari situ kita ukur pencapaian dan menentukan apa yang perlu diperbaiki ke depan,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut menjadi wadah bagi para konten kreator untuk menunjukkan potensi diri sekaligus mempromosikan potensi Rejang Lebong.“Raja sebenarnya adalah rakyat. Karena itu festival ini harus menjadi wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan menunjukkan potensi dirinya. Konten kreator menjadi salah satu kekuatan untuk mengangkat potensi tersebut ke ruang digital,” kata Bobby.

Gebyar Semarak Merah Putih 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai 1 hingga 10 November 2026.Rangkaian kegiatan akan diisi berbagai agenda seni, budaya, olahraga, sosial, UMKM, ekonomi kreatif dan hiburan masyarakat.

Pembukaan dijadwalkan pada 1 November 2026. Selanjutnya masyarakat akan disuguhi lomba mewarnai anak TK/PAUD, lomba qasidah, lomba baris-berbaris kreasi tingkat SMP-SMA, pentas seni lintas daerah, kuda kepang, festival band, sound etnik horeg, karnaval Merah Putih hingga fashion show etnik.

Kegiatan olahraga dan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian festival, seperti fun walk, fun run, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pentas inklusif disabilitas, turnamen sepak bola dan lomba senam kreasi.

Gebyar Semarak Merah Putih juga akan menghadirkan bazar dan pasar murah, pelatihan UMKM digital, riding motor klasik, pameran motor, orkes, festival drumband TK/PAUD hingga SD, festival drumband SMP, SMA dan SMK, serta workshop kopi dan barista.

Melalui kolaborasi dengan sekitar 100 konten kreator, Pemkab Rejang Lebong berharap Gebyar Semarak Merah Putih tidak hanya ramai di lokasi kegiatan, tetapi juga menggema di ruang digital.Festival tersebut diharapkan menjadi panggung bersama masyarakat untuk berkarya, berkreasi dan menunjukkan berbagai potensi Rejang Lebong kepada masyarakat luas.Bukan sekadar festival, Gebyar Semarak Merah Putih 2026 diarahkan menjadi ruang silaturahmi, kolaborasi, kreativitas dan promosi potensi daerah, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme dan kebanggaan masyarakat terhadap Rejang Lebong.

Bagikan Berita ini: