Pemkab Rejang Lebong berharap Gebyar Semarak Merah Putih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Agenda yang merupakan bagian dari kegiatan Pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut ditargetkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Riki mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan event organizer (EO) yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Ini kan kegiatan provinsi, yang meramaikannya kita di daerah, supaya ada pergerakan ekonomi. Multi efeknya pasti ada di situ, itu harapan kita,” katanya.

Artinya, keberadaan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi ruang bagi pelaku UMKM, pelaku seni, komunitas serta masyarakat untuk terlibat secara langsung selama pelaksanaan berlangsung.

Antusiasme peserta sejauh ini, menurut Riki, cukup baik. Pengumuman kegiatan yang dilakukan lebih awal diharapkan memberi kesempatan kepada peserta mempersiapkan penampilan maupun keikutsertaannya secara lebih maksimal.

UAS Direncanakan Hadir, Belum Final

Di tengah persiapan kegiatan utama, muncul pula rencana menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi ceramah pada 31 Oktober 2026, sehari sebelum pembukaan Gebyar Semarak Merah Putih.

Namun, pemerintah daerah menegaskan rencana tersebut belum final dan masih dalam pembahasan.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan, mungkin tanggal 31 Oktober ada Ustaz Somad. Ini masih obrolan dulu, masih digodok,” ujar Riki.

Jika rencana tersebut terealisasi, kegiatan akan diawali dengan agenda tersebut sebelum pembukaan resmi Gebyar Semarak Merah Putih pada 1 November.

Pemkab Ajak Masyarakat Terlibat Pemkab Rejang Lebong mengajak masyarakat ikut meramaikan sekaligus menjaga ketertiban selama pelaksanaan.“Harapan kita masyarakat mendukung kegiatan ini, karena ini juga untuk masyarakat. Mudah-mudahan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Riki.

Bagikan Berita ini: