Di atas panggung utama, Ketua DPD PAN Rejang Lebong Hendri mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan PAN lebih dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, peringatan HUT PAN tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang bagi kader untuk kembali melihat sejauh mana keberadaan partai memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Hari ini kita berkumpul memperingati HUT PAN ke-28 demi meneguhkan hati dan satu tekad bersama. Hari ini merupakan momentum untuk kita merefleksikan diri. Sudah berapa besar manfaat yang kita berikan kepada masyarakat?” kata Hendri.

Ia menegaskan, politik yang diperjuangkan PAN Rejang Lebong harus memiliki keberpihakan yang jelas kepada masyarakat. Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam satu pesan, yakni “Bantu Rakyat”.

Hendri menjelaskan, semangat tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, kader harus hadir. Ketika petani membutuhkan perhatian, harus diperjuangkan. Pelaku UMKM membutuhkan ruang berkembang harus didorong, sementara masyarakat yang membutuhkan pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial harus mendapatkan perhatian.

“Ukuran keberhasilan politik bukan seberapa tingginya jabatan yang kita duduki, tetapi seberapa banyak rakyat yang bisa kita bantu,” ujarnya.

Hendri juga mengingatkan seluruh kader PAN agar tidak hanya hadir ketika membutuhkan dukungan masyarakat.

“Jangan hanya datang saat membutuhkan suara rakyat, tetapi datanglah saat rakyat membutuhkan,” tegasnya.

Ia berharap DPD PAN Rejang Lebong dapat menjadi rumah perjuangan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari petani, pedagang, pelaku UMKM, pemuda, perempuan, kaum dhuafa hingga seluruh masyarakat Rejang Lebong.

Hendri pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan dunia usaha untuk bersama-sama membangun daerah.

“PAN siap bersinergi, PAN siap berkontribusi, PAN siap mengawal pembangunan dan siap terus membantu rakyat,” katanya.

Menurut Hendri, keberhasilan pembangunan pada akhirnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jika rakyat bahagia, pemerintah berhasil. Kalau rakyat sejahtera, pembangunan berarti. Kalau rakyat merasa diperhatikan, di situlah politik menemukan makna yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak seluruh kader dan masyarakat menjadikan semangat “Bantu Rakyat” sebagai bagian dari upaya bersama membangun Rejang Lebong.

“Dengan semangat ‘Bantu Rakyat’, kita wujudkan Rejang Lebong yang maju, mandiri, berakhlak dan berkelanjutan menuju Rejang Lebong bahagia dan istimewa,” demikian Hendri.

Bagikan Berita ini: