
EKABAR ID REJANG LEBONG – Warga Desa Lubuk Alai, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (31/8/2026) pagi, digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial Elman (40), dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya.Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh istrinya, Karyani (40), yang saat itu hendak menuju sungai untuk mandi.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady melalui Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP Hasan Basri membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.“Benar, anggota Polsek Padang Ulak Tanding bersama Satreskrim dan tim identifikasi telah mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Lubuk Alai untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban,” ujar Hasan.Berdasarkan laporan kepolisian, saat hendak mengecek rumah, istri korban mendapati Elman sudah dalam kondisi terkapar dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa setempat.
Kepala Desa Lubuk Alai yang menerima laporan tersebut kemudian mendatangi rumah korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui sudah tidak bernyawa dan kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Padang Ulak Tanding.Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan serta olah tempat kejadian perkara.
Tim identifikasi tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, kondisi TKP sudah tidak dalam keadaan status quo sehingga petugas melakukan penataan kembali posisi untuk mendokumentasikan kondisi TKP dan korban.Setelah itu, korban dibawa ke Puskesmas Padang Ulak Tanding untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi tubuh.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 166 sentimeter. Pada tubuh korban ditemukan dua tato di lengan atas sebelah kiri serta luka robek pada kelopak mata sebelah kanan dengan lebar sekitar tiga sentimeter.Petugas juga menemukan cairan keluar dari hidung dan kemaluan korban. Meski demikian, pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun bekas memar pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan bekas memar pada tubuh korban. Selain itu, tidak ditemukan juga bekas pengerusakan pada pintu rumah korban,” jelas Hasan.Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang dari lokasi, di antaranya satu unit telepon seluler, satu buah kunci sepeda motor, satu bilah pisau beserta sarungnya, pakaian korban, celana panjang, celana dalam, ikat pinggang, gelang tasbih serta sampel cairan dari hidung korban untuk kepentingan pemeriksaan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan anak korban, Vina (21), dalam sekitar dua minggu terakhir korban disebut kerap mengeluhkan kondisi dadanya yang terasa panas.Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan.
Keluarga juga menyatakan menganggap kematian korban sebagai musibah dan membuat pernyataan tidak akan menuntut di kemudian hari.Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan sudah membuat surat pernyataan. Dari keterangan keluarga, korban juga sebelumnya sering mengeluhkan dadanya terasa panas. Untuk sementara, korban diduga meninggal karena sakit, namun penyebab pasti kematian tetap berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang,” kata Hasan.
