EKABAR.ID,JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa pihaknya meminta platform media sosial untuk menghapus konten atau unggahan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang beredar di tengah masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa informasi seputar karhutla justru sangat dibutuhkan oleh pemerintah. Data dan laporan dari masyarakat di ruang digital dinilai sebagai masukan yang berharga untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“Informasi mengenai karhutla justru dibutuhkan pemerintah sebagai masukan untuk penanganan kebakaran,” tegas Meutya.

Dorong Transparansi Algoritma Platform Digital
Selain meluruskan kabar yang keliru tersebut, pemerintah juga mengambil langkah proaktif dengan mendorong para pengelola platform digital agar bertindak lebih transparan dan akuntabel.

Transparansi ini terutama ditekankan pada pengelolaan algoritma yang kerap menentukan jangkauan (*reach*) serta visibilitas suatu informasi kepada publik.

Bagikan Berita ini: