Sinergi dan dorongan berkelanjutan dari BI Bengkulu serta pemerintah daerah itu akhirnya membuahkan sejarah baru pada Senin, 7 September 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Bumi Merah Putih, kopi Bengkulu resmi diekspor langsung menggunakan identitas dan branding daerahnya sendiri: “Ngopi Bengkulu”.

Sebanyak 1,92 ton biji kopi robusta dilepas menuju Italia dalam seremoni penuh haru di Kabupaten Kepahiang. Hadir dalam momen bersejarah tersebut Wakil Gubernur Bengkulu, Bupati Kepahiang H. Zurdinata, unsur Forkopimda, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat.

Momen ini menjadi titik balik yang krusial. Bengkulu selama ini merupakan penyumbang kopi terbesar ke-5 di Indonesia, dengan produksi mencapai 55 ribu ton atau 7,23 persen dari total produksi nasional pada 2023. Sayangnya, berpuluh tahun kopi hebat ini melanglang buana ke mancanegara tanpa nama Bengkulu yang melekat padanya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menegaskan bahwa pelepasan ekspor ini adalah lompatan besar bagi validasi UMKM dan ekonomi daerah.

“Ekspor kopi sering kali dilakukan, bahkan mungkin setiap hari. Tetapi ekspor yang tercatat berasal dari Bengkulu, dengan Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin yang berasal dari Bengkulu, mungkin baru dilakukan hari ini,” tegas Wahyu.

Langkah perdana menuju pasar Italia ini menjadi bukti nyata, dengan dorongan inkubasi, pembinaan kualitas, dan pembukaan akses pasar global oleh Bank Indonesia Bengkulu, UMKM kopi lokal tak lagi sekadar menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan pemain utama yang berdiri tegak di panggung perdagangan dunia. (Handril)

Bagikan Berita ini: